Karena hidup bagai menari diatas kerikil kecil, Man jadda wa jada! ^_^

Jumat, Februari 12, 2016

LAPORAN PRAKTIKUM KLIMATOLOGI KUNJUNGAN KE BADAN METEREOLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I KENTEN PALEMBANG



LAPORAN PRAKTIKUM KLIMATOLOGI
KUNJUNGAN KE BADAN METEREOLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I KENTEN PALEMBANG





OLEH :
NURHASHIFAH AGRIANI
05021181320012




PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2014


A.    Latar Belakang
            Praktikum klimatologi merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus di ambil oleh mahasiswa prodi Teknik Pertanian dari mata kuliah klimatologi. Pengenalan alat dalam praktikum klimatologi  sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kemampuan kita dalam mengetahui alat-alat klimatologi sendiri . Pembacaan alat tersebut  dalam laporan praktikum ini praktikan ingin memperkenalkan setiap alat yang digunakan dalam pengukuran intensitas cahaya matahari, suhu udara dan suhu tanah, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin.
            Bumi kita senantiasa diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi disebut dengan Atmosfer yang teridiri dari Gas. Atmosfer berdasarkan temperaturnya terdiri dari beberapa lapisan, yaitu Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Pengertian cuaca adalah rata-rata udara di suatu tempat uang terbatas dan relatif sempit, sedangkan Iklim adalah keadaan rata cuaca di satu daerah yang cukup luas dan dalam kurun waktu yang cukup lama. Iklim dunia dikelompokan berdasarkan berdasarkan garis lintang dan garis bujur serta suhu.
            Stasiun klimatologi pertanian merupakan stasiun meteorologi pertanian yang mampu menyelenggarakan pengamatan cuaca dan biologi dalam jangka waktu yang panjang dan teratur. Penempatan stasiun klimatologi harus ada pada setiap titik jaringan pengamatan internasional secara mantap, minimal dalam jangka waktu 10 tahun tidak boleh dipindahkan. Oleh karena itu dalam penentuan lokasinya harus tepat, yaitu lokasi yang mewakili lingkungan alam yang tidak mudah berubah, sehingga data yang diperoleh dapat terjamin.  
            Lokasi stasiun Klimatologi harus memenuhi standard yaitu:  dibangun diareal lahan yang jauh dari bangunan fisik.  Sebab, untuk melakukan pengamatan cuaca dan iklim tidak boleh terhalang oleh bangunan, karena akan berpengaruh dalam mengamati unsur-unsur iklim mulai dari temperatur, curah hujan, dan kelembaban. Stasiun klimatologi pertanian hendaknya juga dapat mengukur atau menaksir hubungan alamiah antara iklim, tanah, air dan tanaman. Tingkat ketelitian tergantung pada tujuan pengukuran data, segi teknis, dan seberapa jauh kemungkinan pelaksanaan pengumpulan data dapat dicapai. Kebutuhan pokok yang harus dipenuhi agar dapat menghasilkan data yang benar ialah Letak stasiun harus mewakili hubungan alamiah dari iklim, tanah, air dan      tanaman di daerah luas sehingga data yang diperoleh dapat memenuhi sasaran. Masing-masing alat menghasilkan data yang benar, tidak rusak dan   mudah dirawat. Pembacaan skala dan perekaman data mudah dilaksanakan.   
            Pengenalan alat dalam praktikum meteorologi/klimatologi  sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kemampuan kita dalam mengetahui alat-alat meteorologi/klimatologi sendiri. Untuk itu kami melakukan praktek lapangan langsung ke Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika  agar dapat mengetahui apa-apa saja alat yang digunakan dan bagaimana cara pengambilan data / Mengenal dan melihat alat pengamat cuaca secara langsung.
            Kebutuhan pokok  stasiun klimatologi agar mendapatkan data yang benar diperlukan yaitu:
1.     Letak stasiun klimatologi harus memiliki hubungan tanah, air dan iklim dimana data tersebut diperoleh.
2.      Masing-masing instrument harus menghasilkan data-data meteorology yang benar dan alat-alat tesebut tidak mudah rusak dan mudah dipelihara.
3.     Pembacaan alat mudah dilaksanakan dan  mudah dicatat
4.     Pengamat cukup tersedia dan terlatih dengan baik serta bertempat tinggal tidak jauh dari stasiun klimatologi demi kelancaran pengamatan.
Stasiun Meteorologi alat merupakan suatu tempat, dimana didalamnya mengadakan pengamatan yang continue terhadap keadaan lingkingan, baik itu berhubungan dengan iklim maupu dengan cuaca. Suatu stasiun meteorologi biasanya mengadakan pengamatan kondisi iklim selama sepuluh tahun berturut-turut, segingga akan diperoleh gambaran umum tentang rerata keadaan iklim di suatu tempat atau wilayah tertentu. Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang akurat, maka dibutuhkan beberapa persyaratan tertentu. Yang pertama adalah penempatan lokasi stasiun meteorologi harus mewakili keadaan suatu lahan atau wilayah yang luas. Yang kedua adalah masing-masing alat harus dapat memberikan hasil atau data yang absah (tepat dan akurat), tidak mudah rusak, mudah penggunaannya erta perawatannya. Dan yang terakhir atau yang ketiga adalah pengamatan harus dapat dipercaya, terlatih, dan terampil.
Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di muka bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Unsur utama cuaca dan iklim meliputi suhu udara, kelembapan udara, curah hujan, tekanan udara, angin, intensitas cahaya matahari serta unsur iklim lainnya. Faktor yang mempengaruhi unsur iklim sehingga dapat membedakan iklim di suatu tempat dengan iklim di tempat lain disebut dengan kendali iklim. Iklim membatasi pertumbuhan tanaman di muka bumi, pada umumnya tanaman dan ternak mempunyai kondisi iklim optimumnya masing-masing, namun perlu juga memperhatikan faktor lain, seperti tanah, penyakit, dan fasilitas transfortasi yang dapat mrngubah keseraasian suatu daerah untuk jenis khusus pertanian dan peternakan. Dalam penempatannya, stasiun meteorologi harus ditempatkan pada daerah terbuka dan representative. Secara umum, luas daerah untuk suatu stasiun meteorologi pertanian dengan peralatan manual biasanya dua sampai dua setengah hektar. Tetapi untuk peralatan yang sifatnya elektronik biasanya memiliki cakupan wilayah yang lebih sempit
            Stasiun meteorologi pertanian adalah suatu tempat untuk mengadakan pengamatan secara terus menerus keadaan lingkungan (atmosfer). Suatu stasiun meteorologi paling sedikit mengamati keadaan iklim selama 10 tahun berturut-turut, sehingga akan didapat gambaran umum tentang rerata keadaan iklim suatu tempat.  Agar diperoleh hasil pemgamatan yang akurat, maka dibutuhkan persyaratan sebagai berikut : 
1.     Penempatan lokasi stasiun harus mewakili keadaan lahan yang luas. 
2.     Masing-masing alat harus dapat memberikan hasil pengukuran parameter 
        cuaca yang absah (tepat dan akurat), sederhana, kuat atau tidak mudah rusak, 
        mudah penggunaan dan perawatannya. 
3.     Pengamatan harus dapat dipercaya, terlatih, dan terampil.
            Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interaksinya dengan permukaan bumi di bawahnya.Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan hukum dan teknik matematik.Pengamatan cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan. Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan keadaan alami daerah tempat stasiun itu berada. Informasi meteorogis yang secara rutin diamati antara lain ialah keadaan lapisan atmosfer yang paling bawah, suhu dan kelengasan tanah pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan curahan lainnya, durasi penyinaran dan reaksi matahari Stasiun meteorologi harus ditempatkan pada daerah terbuka dan representatif (mewakili). Secara umum. Luas daerah terbuka bagi suatu stasiun meteorologi pertanian dengan peralatannya lengkap kira-kira 2-2,5 ha.
            Unsur-unsur klimatologi dan cuaca seperti suhu dan kelembaban udara, curah hujan, intensitas  penyinaran  matahari,  kecepatan  dan  arah  angin  serta  unsur  lainnya  merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha pertanian. Dan pengukuran besaran-besaran tersebut lazim dilakukan di stasiun-stasiun klimatologi. Cara dan alat ukur di stasiun meteorologi dan klimatologi  di  Indonesia  umumnya  masih  secara  manual,  yang  hasil  kelengkapan  dan keakuratan  datanya  sangat  tergantung  kepada manusia  pencatatnya. Beberapa  alat pencatat otomatis buatan pabrik sudah digunakan, tetapi harganya relatif masih mahal.
            Pengukuran dan pencatatan tentang iklim/cuaca yang penting dalam pertanian antara lain : curah hujan (jumlah dan intensitas hujan), evaporasi (permukaan tanah dan tanaman), radiasi matahari (lama penyinaran dan intemnsitas penyinaran matahari), kelembaban suhu atau temperatur (udara dan tanah), dan angin (arah dan kecepatan angin). Untuk hal itu dalam stasiun pengamatan atau pengukuran iklim/cuaca bagi pertanian lazimnya mempunyai perlengkapan seperti berikut : shelter (kotak stevenson), termometer suhu maksimum dan minimum, termometer bola basah dan bola kering, termohigrograf, penakar hujan (ombrometer), anemometer, evaporimeter, solarimeter, sunshine duration record dan termometer tanah.
           
            Menurut WMO (World Meteorology Organization) dalam penempatan stasiun klimatologi pertanian diutamakan di stasiun percobaan Agronomi, Hortikultura, Peternakan, Kehutanan, hidrologi, lembaga penelitian tanah, Kebun raya ataupun cagar alam serta daerah yang perubahan cuacanya sering menyebabkan kerugian terhadap produksi pertanian. Penempatan stasiun klimatologi/meteorology sedapat mungkin memenuhi syarat antara lain :
1.                  Sekeliling luasan terpelihara dengan tanaman penutup (rerumputan atau tanaman yang rendah) sebatas pada pengaruh gerakan angin.
2.                  Disekitar atau dekatnya tidak ada jalan raya (jalan besar)
3.                  Tempatnya pada tanah yang datar.
4.                  Bebas atau jauh dari bangunan dan pohon-pohon besar.
5.                  Letak stasiun jangan terlalu jauh dengan pengamat dan keperluan    pengamatan. Hal ini akan lebih baik dalam ketepatan waktu dan        kondisi yang dapat dipercaya.
            Untuk mengukur suhu udara digunakanlah alat pengukur suhu udara yang terdiri atas empat macam yaitu Termometer Biasa, Termometer Maksimum, Termometer Minimum, Termometer Maksimum-minimum Six Bellani. Keempat alat ini mempunyai prinsip kerja dengan muai zat cair. Perbedaannya adalah untuk Termometer Biasa dan Termometer Maksimum menggunakan muai zat cair air raksa sedangkan untuk Termometer minimum menggunakan muai zat cair dari alkohol dan untuk Termometer Maksimum-Minimum Six Bellani menggunakan muai zat cair dari alkohol dan air raksa.
            Untuk mengukur suhu dan kelembaban nisbi udara digunakanlah alat pengukur suhu dan kelembaban nisbi udara yang terdiri atas dua macam yaitu Termohigrometer dan Termohigrograf. Kedua alat ini mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu dengan muai dwi-logam dan higroskopis rambut.
            Untuk mengukur suhu tanah digunakanlah alat pengukur suhu tanah yang terdiri atas enam macam yaitu Termometer Permukaan tanah, Termometer Tanah Selubung Kayu, Termometer Tanah tipe Bengkok, Termometer Tanah tipe Symons, Stick Termometer dan Termometer Tanah Maksimum dan Minimum. Keenam alat ini mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu dengan muai zat cair.
Untuk mengukur temperatur air digunakan alat pengukur temperatur maksimum-minimum air dengan prinsip kerja dengan muai zat cair.
            Untuk mengukur panjang penyinaran digunakanlah alat pengukur panjang penyinaran yang terdiri atas dua macam yaitu Solarimeter tipe Yordan dan Solarimeter tipe Compbell-Stokes. Prinsip kerja kedua alat ini adalah dengan reaksi fotokhemis dan pemfokusan sinar matahari.
Untuk mengukur radiasi matahari digunakanlah alat pengukur intensitas radiasi matahari yang dinamakan Actinograf  Dwi-Logam dengan prinsip kerja dengan menggunakan beda muai logam hitam dan putih.
Untuk mengukur kecepatan angin digunakanlah alat pengukur kecepatan angin yang terdiri atas tiga macam alat yaitu Cup Anemometer, Biram Anemometer dan Hand Anemometer. Prinsip kerja dari Cup Anemometer ddan Biram anemometer adalah sama yaitu dengan sistem mekanik. Sedangkan untuk Hand Anemometer prinsip kerjanya adalah dengan sistem GGL induksi.
            Sifat-sifat alat-alat meteorologi atau klimatologi pada pokoknya sama dengan alat-alat ilmiah lainnya yang digunakan untuk penelitian didalam laboratorium, misalnya bersifat peka dan teliti. Perbedaannya terletak pada penempatannya dan para pemakainya.
            Alat-alat laboratorium umumnya dipakai pada ruang tertutup, terlindung dari hujan dan debu-debu, angin dan lain sebagainya serta digunakan oleh observer. Dengan demikian sifat alat-alat meteorologi disesuaikan dengan tempat pemasangannya dan para petugas yang menggunakan.
Sifat-sifat itu antara lain :
1.             Kuat, agar alat-alat ini dapat tahan terhadap perubahan cuaca serta tahan lama, misalnya sangkar meteorologi dibuat dari bahan yang awet seperti kayu jati atau kayu ulin, dicat, diberi pondasi beton agar tidak dimakan rayap. Pan Evaporimeter dibuat dari bahan anti karat.
2.              Sederhana, baik bentuk maupun cara penggunaannya. Bentuk sederhana agar mudah dalam hal pemeliharaan dan perbaikan, bisa dilakukan sendiri jika terdapat kerusakan-kerusakan kecil mengingat letak stasiun pengamatan meteorologi dan klimatologi pada umumnya terpencil.
            Cara penggunaannya pun sederhana mengingat dasar pendidikan para pemakainya. Bagian alat-alat yang perlu disetel dalam penggunaanya dilengkapi dengan sekrup-sekrup atau tanda-tanda yang mudah dilihat dan di mengerti. Bagian-bagian yang sudah disetel/ ditera sebaiknya dikunci atau disekrup keras agar tidak mudah berubah.
            Klimatologi yang pengukurannnya dilakukan secara kontinyu dan meliputi periode waktu yang lama paling sedikit 10 tahun, bagi stasiun klimatologi pengamatan utama yang dilakukan meliputi unsur curah hujan, suhu udara, arah dan laju angin, kelembapan, macam dan tinggi dasar awan, banglash horizontal, durasi penyinaran matahari dan suhu tanah . oleh karena itu persyaratan stsiun klimatologi ialah lokasi, keadaan stasiun dan lingkungan sekitar yang tidak mengalami perubahan agar pemasangan dan perletakan alat tetap memenuhi persyaratan untuk menghasilkan pengukuran yang dapat mewakili.
            Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim, mempunyai arti penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Prakiraan cuaca 24 jam yang dilakukan oleh BMG, mempunyai arti dalam kegiatan harian misalnya untuk pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama. Misalnya pemupukan dan penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi hari atau ditunda jika menurut prakiraan sore hari akan hujan lebat. Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai arti penting dalam menentukan saat tanam di suatu wilayah.Jadi, bidang pertanian ini memanfaatkan informasi tentang cuaca dan iklim mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya
            Stasiun meteorologi mengadakan contoh penginderaan setiap 30 detik dan mengirimkan kutipan statistik (sebagai contoh, rata-rata dan maksimum).Untuk yang keras menyimpan modul-modul setiap 15 menit.Hal ini dapat menghasilkan kira-kira 20 nilai dari hasil rekaman untuk penyimpanan akhir disetiap interval keluaran.Ukuran utama dibuat di stasiun meteorologi danau vida, pemakaian alat untuk temperatur udara, kelembaban relatif, temperatur tanah.
B.     Tujuan
            Untuk mengetahui cara kerja dan penjelasan tentang alat - alat klimatologi distasiun Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten, Palembang.


II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Ombrometer
Penakar hujan tipe ini dilengkapi dengan sistem perekam data yang
mengukur curah hujan secara otomatis. Jumlah hujan maupun perkembangan
hujan selama satu periode dapat diketahui dari grafik. Golongan penakar hujan
ini sering disebut Recording Rain Gauge atau Pluvlograf atau ombrograf. Alat ini
lebih lengkap dan lebih teliti karena disamping dapat mencatat jumlah curah
hujan, dapat pula diketahui jumlah hari hujan serta lamanya hujan dalam satu
hari, karena pada kertas pias sudah tercantum jumlah dan waktu hujan (jam
atau hari). Penakar tipe Hellman ini mempunyai kolektor yang memiliki daya tampung air sebesar 20 mm. Apabila kolektor tersebut sudah penuh, maka air akan ditumpahkan sampai habis melalui pipa pembuang dan bersamaan dengan itu pena akan turun kembali sampai pada posisi nol. Skala pada kertas pias terdiri dari nol sampai 20 mm.
(Lakitan, 2002)
B. Panci Evaporasi

Pengukuran air yang hilang melalui penguapan (evaporasi) perlu diukur untuk mengetahui keadaan kesetimbangan air antara yang didapat melalui curah hujan dan air yang hilang melalui evaporasi. Alat pengukur evaporasi yang paling banyak digunakan sekarang adalah Panci kelas A. Evaporasi yang diukur dengan panci ini dipengaruhi oleh radiasi surya yang datang, kelembapan udara, suhu udara dan besarnya angin pada tempat pengukuran. pan udara, suhu udara dan besarnya angin pada tempat pengukuran. Ada dua macam peralatan pengukur tinggi muka air dalam panci. Pertama alat ukur micrometer pancing dan yang kedua alat ukur ujung paku yang dipasang tetap (fixed point). Kesalahan yang besar dari pengukuran evaporasi terletak pada tinggi air dalam panci. Oleh sebab itu muka air selamanya harus dikembalikan pada tinggi semula yaitu 5 cm di bawah bibir panci. Makin rendah muka air dalam panci, makin rendah pula terjadinya penguapan. (Regariana, 2005)

Nilai evaporasi atau evapotranspirasi pada suatu daerah tergantung pada dua fakto  Faktor yang pertama adalah ketersediaan kelembaban pada permukaan evaporasi saat atmosfer mampu untuk menguapkan air dan menghapusnya dan mentransportasikan air evaporasi ke atas. Faktor yang kedua dari evaporasi atau evapotranspirasi, yaitu fungsi dari beberapa faktor termasuk radiasi surya, temperatur, kecepatan angin, dan kelembaban ketegangan uap air hanya tergantung pada temperatur di permukaan udara. Konsep ini berdasarkan pada pengukuran yang dibuat di ruang tertutup. Ketergantungan tekanan uap air terhadap temperatur merupakan karakter yang khusus. (Ayoade, 1983).
C. Sangkar Klimatologi dan Metereologi
Sangkar meteorologi umumnya dipasang di dalam taman alat-alat meteorologi..
Didalam sangkar Meteorologi dipasang alat-alat seperti Thermometer bola kering, Thermometer bola basah, Thermometer maximum, Thermometer minimum, dan Evaporimeter jenis piche. pada stasiun meteorologi pertanian dan klimatologi dipasang Evaporometer jenis Keshner tersendiri. Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan satu sama lain. Selain itu, alat-alat yang terdapat didalamnya terlindung dari radiasi matahari langsung, hujan dan debu. Sangkar Meteorologi dibuat dari kayu yang baik ( jati/ Ulin) sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih supaya tidak banyak menyerap radiasi panas matahari. Sangkar dipasang dengan lantainya berada pada ketinggian 120 cm diatas tanah berumput pendek, sedangkan letaknya paling dekat dua kali ( sebaiknya empat kali) tinggi benda yang berada di sekitarnya. Sangkar harus dipasang kuat, berpondasi beton, sehingga tidak dapat bergerak atau bergoyang jika angin kencang. selain itu agar angkar tidak mudah di makan rayap. Sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua jendela yang berlubang-lubang/kisi. Lubang/kisi ini memungkinkan adanya aliran udara. Temperatur dan kelembaban udara didalam sangkar mendekati/hampir sama dengan temperatur dan kelembaban udara diluar. Sangkar dipasang dengan pintu membuka/menghadap Utara-Selatan, sehingga alat-alat yang terdapat didalamnya tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. jika matahari berada pada belahan bumi selatan pintu sebelah utara yang dibuka untuk observasi atau sebaliknya. ( Niko Aprilyanto, 2008).

D. Campbell Stokes
The Campbell-Stokes recorder (kadang-kadang disebut bola Stokes) adalah semacam perekam sinar matahari. Hal ini ditemukan oleh John Francis Campbell pada tahun 1853 dan dimodifikasi pada tahun 1879 oleh Sir George Gabriel Stokes. Desain asli oleh Campbell terdiri dari bola kaca diatur ke dalam mangkuk kayu dengan matahari membakar jejak pada mangkuk. Penyempurnaan Stokes adalah untuk membuat perumahan dari logam dan memiliki pemegang kartu set di belakang bola. Unit ini dirancang untuk mencatat jam sinar matahari terang yang akan membakar lubang melalui kartu. (Lakitan 2002)
Campbell Stokes adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas dan lama penyinaran matahari. Satuan dari intensitas dan lama penyinaran matahari adalah persen. Campbell Stokes dilengkapi dengan kartu khusus. Kartu ini adalah kartu yang berperan sebagai pencatat data.Kartu (campbell stokes) ini dipasang dibawah lensa pada alat, kemudian diletakkan di tempat terbuka. Pencatat waktu pada kartu akan mencatat bekas bakaran kartu. Bagian yang hangus itulah yang menunjukkan intensitas sinar matahari selama satu hari. Bekas bagian hangus yang berwarna coklat, dicocokkan oleh satuan waktu dan lamanya penyinaran. Lamanya penyinaran yang diukur adalah penyinaran terus-menerus dan penyinaran yang tertutup awan (Lakitan, 2002).
Kertas pias yang dipasang berdasarkan posisi tegak lurus penyinaran matahari, maka ada tiga macam pias, yaitu: (1) Kertas pias lengkung panjang tepat di garis ekuator digunakan pada 11 April – 31 Agustus pada belahan bumi utara, dan 11 Oktober – 28 Februari pada belahan bumi selatan, (2) Kertas pias lengkung pendek digunakan pada 11 Oktober – 28 Februari pada belahan bumi utara, dan 11 April – 31 Agustus pada belahan bumi selatan, (3) Kertas pias pendek lurus digunakan pada 1 September – 10 Oktober pada belahan bumi utara, dan 1 Maret – 10 April pada belahan bumi selatan. Pada tanggal 23 Maret dan 21 september matahari berada tepat pada garis khatulistiwa. (Antoni ,2008)

E.  Anemometer
Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang banyak dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca. Nama alat ini berasal dari kata Yunani anemos yang berarti angin. Perancang pertama dari alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Selain mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin itu. Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin, dan merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam sebuah stasiun cuaca. Istilah ini berasal dari kata Yunani anemos, yang berarti angin. Anemometer pertama adalah alat pengukur jurusan angin yang ditemukan oleh oleh Leon Battista Alberti. Anemometer dapat dibagi menjadi dua kelas: yang mengukur angin dari kecepatan, dan orang-orang yang mengukur dari tekanan angin, tetapi karena ada hubungan erat antara tekanan dan kecepatan, yang dirancang untuk satu alat pengukur jurusan angin akan memberikan informasi tentang keduanya. Selain anemometer masih banyak jenis alat lainnya yang digunakan untuk mengukur angin ( Guslim ,2007).
F. High Volume Air Sempler
High Volume Air Sampler. Ini bertujuan untuk menarik volume tepat dari udara melalui kertas saring berat diketahui, untuk jangka waktu tertentu. Kertas saring kemudian dapat kembali ditimbang setelah jangka waktu tersebut, dan partikulat pemuatan udara (dalam mg/m3) dapat dihitung. Isi makalah ini juga dapat diperiksa dan dianalisa. Fungsi sampler udara ini adalah untuk menjaga aliran udara konstan, dengan meningkatnya beban partikulat dari waktu ke waktu. Tidak seperti sistem tradisional meskipun, kebutuhan untuk sensor mekanik dan kontrol (yaitu sensor kecepatan, pengukur regangan) telah dieliminasi. The PM10 Kepala memisahkan partikel lebih kecil dari 10μ, dari orang-orang yang lebih besar dari 10μ. Partikel-partikel yang lebih besar dari 10μ menetap di ruang impaction pada shim pengumpulan, dan dikeluarkan selama perawatan atau pembersihan. Partikel-partikel kecil dari 10μ dibawa ke atas oleh aliran udara, dan menetap di filter serat kuarsa. The TSP Kepala mengumpulkan partikel tersuspensi total, tanpa memisahkan partikel dengan ukuran yang berbeda. Hal ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan untuk pengambilan sampel partikulat udara pada kecepatan aliran yang dikenal untuk jumlah yang ditentukan waktu, memungkinkan untuk perhitungan yang tepat dari konsentrasi partikulat udara. (Irianto,2003).
G. Observatorium
Penakar hujan observatorium mempunyai kelebihan berupa : mudah di pasangnya, mudah dioperasikannya karena langsung terukur pada gelas ukur dan pemeliharaannya juga relatif mudah karena tak ada bagian-bagian tambahan pada alat. Akan tetapi kekurangannya adalah data yang didapat hanyalah data jumlah curah hujan selama periode 24 jam. Resiko kerusakan gelas ukur dan resiko kesalahan pembacaan dapat terjadi saat membaca permukaan dari tinggi air di gelas ukur, sehingga hasilnya dapat berbeda. ( Lakitan, 2002)
Pada  musim kemarau, hujan selalu ditunggu- tunggu kedatangannya, karena hujan adalah unsure cuaca atau iklim yang penting. Dengan adanya hujan maka persediaan air di permukaan tanah akan bertambah sehingga kebutuhan air akan terpenuhi. Hujan berasal dari penguapan baik dari periran atau tanaman yang kemudian mengalami pengangkatan dan terjadilah pendinginan. Dengan adanya pendinginan maka uap air akan berubah menjadi titik- titik air yang disebut dengan proses kondensasi. Apabila jumlahnya suadah banyak maka siap turun ke permukaan tanah sebagai hujan. Jumlah curah hujan yang jatuh di permukaan tanah dinyatakan dalam satuan millimeter. Jumlah curah hujan 1 mm menunjukkan tebal air hujan yang jatuh di permukaan tanah 1 mm, jika ir tersebut meresap ke dalam tanah atau menguap ke atmosfer. (Sudira Putu, 1999)
Data-data yang lengkap dan akurat tersebut hanya bisa didapatkan dengan cara melakukan pengamatan langsung. Tentu saja dibantu dengan beberapa alat meteorologi yang mempunyai fungsi dan tugas tertentu. Dalam pelaksanaan pengambilan data dengan menggunakan alat khusus tentunya dibutuhkan suatu keahlian menggunakan alat agar data yang diambil lebih akurat dan valid. Alat-alat ini ditempatkan di suatu tempat tertentu yang memenuhi setiap persyaratan yang wajib dipenuhi dari alat-alat tersebut yang selanjutnya dapat kita istilahkan sebagai stasiun agroklimat. Selanjutnya alat-alat ini akan bekerja mencatat setiap data yang diperlukan seperti sebuah sistem yang terintegrasi dengan baik dalam suatu periode tertentu . (Lakitan Benyamin,2002)
H.  AWS (Monitoring Automatic Weather Station)

AWS  (Automatic Weather Stations) merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang di disain untuk pengumpulan data cuaca secara otomatis serta di proses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS ini umumnya dilengkapi  dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya.Sensor-sensor yang digunakan meliputi sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan udara, pyranometer, net radiometer. RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor tersebut dan di transmisikan ke unit pengumpulan data pada komputer. Masing-masing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode) Display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu  (present weather ) dengan mudah.BMG telah memasang beberapa peralatan AWS  baik yang terpasang secara terintegrasi (AWS wilayah Jabodetabek) maupun yang berdiri sendiri (tidak terintegrasi). Saat ini AWS yang terpasang di stasiun pengamatan BMG telah lebih dari 70 peralatan dengan berbagai merk (a.l. Cimel, Vaisala, Jinyang, RM Joung dsb), sehingga hal ini relatif cukup sulit jika kita akan melakukan pemeliharaan karena memerlukan beberapa orang yang menguasai peralatan masing-masing merk. Kondisi ini diharapkan tidak mejadi penghalang bagi teknisi BMG untuk menguasai teknologi AWS tersebut justru diharapkan menjadi tantangan untuk dihadapi. ( Abdi Sanjaya, 2001).

I. Termometer Tanah Berumput dan Gundul
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor: SK.32/TL.202/KB/BMG-2006. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu tanah berumput dan gundul yaitu termometer tanah. Satuannya derajat Celcius. Pengukuran suhu tanah umumnya dilakukan pada kedalaman  0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Untuk mungukur suhu tanah pada kedalaman kurang dari 50 cm dipakai termometer tanah yang dibengkokkan dan skalanya menghadap ke atas sehingga mudah dibaca tanpa mengganggu termometernya.Termometer tanah untuk kedalaman 50 cm dan 100 cm bentuknya berbeda dengan kedalaman lain. Termometer berada dalam tabung gelas yang berisi parapin, kemudian tabung diikat dengan rantai lalu diturunkan dalam selongsong tabung logam ke dalam tanah sampai kedalaman 50 cm atau 100 cm. Pembacaan dilakukan dengan mengangkat termometer dari dalam tabung logam, kemudian dibaca. Benda kuning pada termometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar memperlambat perubahan suhu ketika termometer terbaca di udara. Untuk mencegah kemungkinan air masuk ke dalam tabung besi, maka tabung bagian atas harus selalu tertutup. Karena perubahan suhu di dalam tanah berlangsung lambat, maka kekurangpekaan dari termometer tanah tidak mengurangi ketepatan suhu tanah yang diamati. Termometer tanah pada kedua kedalaman ini bila merupakan suatu kapiler yang panjang dari mulai permukaan tanah, mudah sekali patah apabila tanah bergerak turun atau pecah karena kekeringan. (Lakitan 2002).


J. Aktinograf
Actinograph adalah alat untuk mengukur total intensitas dari radiasi matahari langsung. Maksud dari pengukuran intensitas radiasi matahari ini adalah untuk mengetahui total intensitas radiasi yang jatuh pada permukaan bumi baik yang langsung maupun yang dibaurkan oleh atmosfer. komponen-komponen utama dari actinograph :
     1.    Sensor, yang terdiri dari masing-masing 2 strip bimetal yang bercat hitam                dan putih
     2.    Glass dome (bulatan bola gelas), mentransmisikan 90% energi    
            elektromagnetik
     3.    Plat pengatur bimetal
     4.    Mekanik pembesar
     5.    Tangkai dan pena pencatat
     6.    Drum clock / silinder berputar yang dilengkapi dengan kertas pias
     7.    Pengatur atau perata-rata air
     8.    Kontainer silica gel, menyerap uap air agar tidak terjadi kondensasi pada
            permukaan glassdome
     9.    Bagian dasar
     10.  Penutup atau cover
     Prinsip kerja alat  tersebut adalah perbedaan panjang akibat adanya perbedaan temperatur.   Kemudian bimetal diatur sedemikian rupa sehingga bila kedua lempengan logam berada pada temperatur yang sama maka pena akan menunjukkan angka nol. Kemudian jika terdapat radiasi matahari yang mengenai lempengan - lempengan tersebut, lempengan yang berwarna hitam akan menyerap panas lebih banyak sehingga logam hitam tersebut lebih panjang dibandingkan dengan logam berwarna putih yang sifatnya kurang menyerap panas. Diantara lempengan tersebut disambung dengan pena yang apabila terjadi perubahan temperatur menyebabkan perubahan panjang sehingga potongan lempeng logam tersebut akan menggerakkan pena. Pena tersebut bergerak naik turun. Makin besar intensitas radiasi matahari yang mengenai lempengan logam maka makin besar pula perbedaan temperatur kedua logam tadi. Semakin besar perbedaan temperatur semakain besar pula perbedaan panjang sehingga pena bergerak semakin tinggi. Sistem pencatatan pena pada pias dilakukan secara mekanis. Pena bergerak naik turun pada pias yang yang digulung pada silinder jam sehingga dapat membuat jejak (grafik) pada kertas pias yang direkatkan pada silinder yang berputar. Kertas pias tersebut terdapat skala waktu dan satuan luas Dari kertas pias tersebut dapat kita peroleh hasil rekaman intensitas radiasi matahari total di suatu tempat selama waktu tertentu ( harian atau mingguan). (Lakitan , 2002)

K. Cup Counter

Cup counter anemometer Sebuah tipe sederhana anemometer diciptakan pada tahun 1845 oleh Dr John Thomas Romney Robinson, dari Armagh Observatory. Ini terdiri dari empat cangkir hemispherical masing-masing terpasang pada salah satu ujung dari empat lengan horisontal, yang pada gilirannya yang dipasang pada sudut yang sama satu sama lain pada poros vertikal. Aliran udara melewati cangkir dalam arah horisontal berbalik poros dengan cara yang sebanding dengan kecepatan angin. Oleh karena itu, menghitung putaran poros selama periode waktu yang ditetapkan menghasilkan kecepatan angin rata-rata untuk berbagai kecepatan. Pada anemometer dengan empat cangkir mudah untuk melihat bahwa sejak cangkir disusun secara simetris di ujung lengan, angin selalu memiliki lekuk satu cangkir disajikan untuk itu dan bertiup di bagian belakang cangkir di ujung. (Irianto, 2003).

L. Automatic Rain Sampler

Automatic Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel air hujan Wet dan Dry. Prinsip kerjanya jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor listrik, selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka penutup akan bergerak ke posisi semula. Sehingga air hujan yang di tempat penampungan tak terkena kotoran lain karena tertutup rapat. Kemudian sampel air hujan tersebut dikirim ke Laboratorium Kualitas Udara BMKG Jakarta untuk dianalisa. (Regina, 2005)

III. METODELOGI
A.    Waktu & Tempat :
Pukul 09.00 di Stasiun BMKG  Kenten

B.     Alat & Bahan :
Alat
-Ombrometer
-Panci Evaporasi
-Campbell Stokes
- High Volume Air Sampler
-Observatorium
-Thermometer Tanah Berumput dan Tanah Gundul
-Automatic Water System
-Sangkar Meteorologi
-Aktinograf
-Cup Counter
- Anemometer
- High Volume Sampler
Bahan
-          Buku Catatan
-          Pena
-          Makanan
-          Minuman

C.    Cara Kerja :
1. Sangkar Cuaca dan sangkar klimatologi

Dalam sangkar meteorologi ini terdapat sikrometer dan termometer bola basah dan bola kering yang berfungsi untuk menghitung laju evapotanspirasi dan transpirasi. Waktu pengamatan    : Dilakukan sehari 3 kali, yaitu pukul 07.00,13.30 dan 17.30. Namun untuk keperluan penerbangan dilakukan pengamatan setiap 1 jam sekali.
Adapun beberapa cara kerja alat klimatologi lainnya yang terdapat dalam sangkar cuaca yaitu :

A.  Thermometer Bola Kering
1.    Berdiri sejauh mungkin dari thermometer sampai mata mampu membaca
     skala, hal ini untuk menghindari pengaruh panas badan pengamat
     terhadap thermometer.
2.    Yakinkan bahwa garis pandangan dari mata kepuncak permukaan air
     raksa (miniscus) adalah mendatar, untuk menghindari kesalahan paralaks    (kesalahan sudut baca).
3.    Baca thermometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat    terdekat.

B.   Thermometer Bola Basah
     Pengamatan Thermometer Bola basah sama dengan pengamatan. Thermometer Bola Kering, hanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1.    Bola thermometer harus dibungkus dengan kain muslin (kaos) yang bersih.
2.    Kain muslin harus dimasukkan dalam botol yang berisi air bersih dan diusahakan ada jarak antara kain muslin dalam botol dengan bola thermometer.



C.   Thermometer minimum
1.    Baca Thermometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat. (Pada pengamatan suhu minimum skala yang dibaca adalah skala yang        ditunjukkan oleh ujung index yang terletak lebih dekat kepermukaan      alkohol).
2.    Setelah dibaca, keluarkan thermometer minimum dengan hati-hati.
3.    Pegang thermometer dan miringkan dengan hati-hati agar indexnya turun   sampai menyentuh ujung permukaan alkohol.
4.    Kembalikan thermometer minimum tersebut ketempatnya dengan hatihati.
5.    Pada saat mengembalikan thermometer minimum harus dipegang dengan dua         tangan sedikit miring dengan letak bolanya lebih tinggi dan bagian ujungnya diletakkan terlebih dahulu kemudian baru bagian bolanya diletakkan dengan          hati-hati agar ujung index tetap menempel pada miniskus (permukaan      alkohol).
6.    Setelah diletakkan kembali, jika thermometer minimum dibaca maka suhu   yang terbaca harus sama atau mendekati suhu yang terbaca pada thermometer             bola kering pada saat itu.

D.  Thermometer maksimum
1.    Baca thermometer dengan cepat dan cermat sampai persepuluhan derajat.
2.    Jangan sekali-kali thermometer dipegang sebelum dibaca.
3.    Setelah dibaca, air raksa thermometer maximum yang terputus harus
     disambungkan kembali dengan cara sebagai berikut :
1.    Keluarkan thermometer dengan hati-hati.
2.    Berdiri pada posisi bebas, tidak ada halangan disekitarnya, pegang     
       bagian ujungnya dengan baik dengan posisi bola berada di bawah.
3.    Ayun thermometer tersebut berulang-ulang dengan lengan tetap    lurus    sampai air raksa yang terputus tersambung kembali dengan        sempurna.
4.    Kembalikan thermometer maximum tersebut ke tempatnya semula            dengan hati-hati.
5.    Pada waktu mengembalikan thermometer maximum harus             dipegang dengan dua tangan dan sedikit miring dengan bagian       bolanya harus lebih rendah dan diletakkan terlebih dahulu sebelum meletakkan ujungnya.
6.    Setelah proses penyambungan air raksa maka suhu thermometer    maximum yang dibaca harus sama atau mendekati dengan suhu   yang 1 -3 terbaca pada thermometer bola kering pada saat itu, atau masih terdapat perbedaan sedikit karena pengaruh selama          thermometer maximum dipegang oleh pengamat.

2. AWS (Automatic Weather Station)

Secara sederhana cara kerja dari AWS (Automatic Weather Stations) adalah mengumpulkan data pengamatan parameter cuaca secara otomatis melalui sensor-sensor secara berkala selanjutnya di kirim melalui jaringan GPRS(General Packet Radio Service) menggunakan layanan GSM (Global System for Mobile communication)  ke seluruh stasiun meteorology seluruh Indonesia. Sistem pengelolaan data cuaca oleh AWS merupakan gabungan dari disiplin ilmu elektroteknik dan informatika. Hasil yang diberikan oleh AWS adalah informasi yang bermanfaat untuk penelitian terkait iklim dan cuaca, yang pada akhirnya bisa bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Proses bisnis pengelolaan data oleh AWS dapat dijadikan sumber acuan untuk penelitian mahasiswa yang melakukan Kerja Praktek ataupun Tugas Akhir.

3. Automatic Rain Sampler

Karakteristik dari peralatan ini dirancang untuk mengoperasikan penakar hujan secara otomatis untuk menampung atau mengumpulkan sampel air hujan. Peralatan sensor yang akan dipakai ini adalah sangat peka begitu saat hujan terjadi maka motor penggerak akan membuka tutup peralatan pengumpul sampel air hujan secara otomatis yang kemudian sampel selanjutnya dialirkan melalui selang ke botol plastik yang berbahan dasar polyethylene. Sensor ini akan menutup secara otomatis selama tidak ada periode hujan (saat hujan berhenti) yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah terkontaminasinya sampel air hujan oleh polutan yang terbawa saat periode endapan kering ( dry deposition).

4. Termometer tanah berumput

Prinsip Kerja Alat ini bekerja berdasarkan proses pemuaian, jika suhu naik maka air raksa dalam reservoir akan naik. Cara kerja alat: Thermometer ini terdiri dari 7 buah alat yang pada bagian bawahnya ditanam dalam tanah, apabila alat ini terkena sinar matahari, maka suhutanah akan naik menyeababkan air raksa dalam reservoir thermometer akan naik dan menunjukkan sakaala pada pipa.
Aplikasinya pada pertanian: Aplikasinya pada pertanian untuk mengetahui suhu tanah ayang berumput dan tanaman lain seperti kelapa sawit dan jenis tanaman lainnya.

5. Termometer tanah gundul

Cara Kerja: Pada dasarnya cara kerja dari alat ini hampir sama dengan termometer tanah berumput yaitu jika suhunya naik maka air raksa dalam reservoir akan naik dan menunjukkan skala pada pipa.

6. Cup counter Anemometer

Pada dasarnya alat ini akan bekerja jika angin bertiup dari situlah kita dapat mengetahui berapa kecepatan angin dengan memperhatikan alat tersebut. Mangkok akan berputar karena tertiup angin dan akan berputar maka angka yang terdapat pada counter akan bertambah bilangannya dari counter tersebut akan diketahui arah dan kecepatan angin rata-rata. Dalam satuan km/ jam.

7. Penakar Hujan type Hellman

     Cara Kerja Alat :
Pada saat terjadi hujan, air huajan ayang jatuh akan masuak kedalam mulut corong kermudian diteruskan dalam saluran pelampung. Bila huajan berlanhsung terus, maka pelampung akan terangkat adan pena pencatat akan terangkat pula dan akan membentuk grafik pada kertas pias, bila pena pencatat telah menunjukakan angka 10 maka penah tersebut akan kembali ke angka nol begitu seterusnya sampai hujan berhenti adan apabiala air dalam pelampung telah penuh maka pada kertas pias akan terdapat dua garis yaitu:
- Garis vertical yang menunjukkan besar kecilnya curan hujan.
- Garis horizontal yang menunjukkan jam (waktu) sealama turunnya hujan.
Jumlah curah hujan dalam sehari berdasarkan grafik yang ditunjukkan pada kertas Pias. Pada setiap penggunaan pias baru , pena harus dikembalikan pada angka nol. Jika curah hujan setempat rendah dan penah tidak mencapai angka nol , maka kita dapat menambahkan air dengan bantuan gelas ukur dengan ketentuan bahwa air yang ditambahkan harus ducatat jumlahnya. Misalnya : Keduduakan terakhir dari pena pencatat menunjukkan 7mm maka untuk mengembalikan ke skala nol harus ditambah air dalam tabung sebanyak 3 mm. Setelah skala nol pias Hellman kembali pada selinder jam tersebut. Setelah kertas pias terpasang maka selinder jam dikembaliakan pada tempat semuala setelah kunci pemuta pernya diputar, sehingga selinder terpawang dengan posisi teagak pada sumbu putarnya.

8. Penakar Hujan type Observatorium

Cara kerja: Air hujan yang jauh kepermukaan bumi akan masuk melalui mulut corong dan diteruskan kedalam bak penampung yang dialirkanmelalui pipa sempit yang ada diujung corong penakar, air dalam tabung tersebut ditakar dengan cara air yang berada dalam reservoir dikeluarkan melalui kran dan diamasukkan dalam gelas ukur.Penunjukan intensitas air dalam gelas ukur menunjukkan jumlah curah hujan dalam 1 hari (24 jam)Bila tidak ada hujan,maka data ditulis (-) Bila hujan lebih kecil dibulatkan ke nol (0) Bila hujan lebih besar dari nol ditulis (1)
9. Actinograph

Insatalasi  atau pemasangan actinograph:
1.       Letakkan actinograph  pada permukaan datar/rata-rata ± 150 cm diatas
          permukaan harus bebas dari pohon maupun bangunan yang menghalangi  ke arah alat dan bebas dari bahan-bahan yang dapat memantulkan tanah.  Lokasi pemasangan sinar kuat ke arah alat
2.       Atur  posisi bimetallic persegi panjang searah utara selatan dan kaca  jendela ke arah timur.
3.        Atur traveling alat melalui kaki-kaki yang dapat diatur/diputar
4.        Kebersihan alat harus selalu diperhatikan terutama bagian glassdome
5.       Silica gel harus diganti secara periodik sesuai iklim dimana ia                                         ditempatkan
6.       Seal karet yang terletak pada bagian dasar secara periodik harus diganti
          terutama jika sudah kurang elastis/rusak.
  
Metode operasi actinograph adalah
1.   Awal operasi dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat (saat matahari  belum belum bersinar)
2.    Buka cover/penutup alat
3.    Lepaskan drumclock dari shafnya
4.    pasang kertas pias, sissi pias tepat terhimpit di penjepit drumclock.
5.    Hidupkan system drumclock .
6.    Pasang drumclock kembali pada tempatnya
7.    Putar drumclock agar ujung pena tepat jatuh pada jam dan hari awal pengukuran
8.    Tutup kembali cover/penutup
9.    Setelah matahari terbenam selama 1,5 jam, pias harus diambil
10.  Pada hari berikutnya, ulangi langkah 1 s/d 9


10. High Volume Sampler
         
Prinsip kerjanya yaitu : udara yang mengandung partikel debu dihisap mengalir melalui kertas filter dengan menggunakan motor putaran kecepatan tinggi. Debu akan menempel pada kertas filter yang nantinya akan diukur konsentrasinya dengan cara kertas filter tersebut ditimbang sebelum dan sesudah sampling di samping itu dicatat flowrate dan waktu lamanya sampling sehingga didapat konsentrasi debu tersebut.

11. Panci Evaporasi

Rumusnya
                        Thermometer maksimum     -  termometer minimum
                                              2
Cara  kerja :
Panci penguapan  diisi air setinggi 20 cm sehingga di atas rongga 5 cm pengukuran dilaksanakan  pada permukaan air dalam keadaan  tenang di dalam tabung peredam riak. Untuk mengukur dan membaca skalanya, maka tabung  pengaman didekaatkan ke panci dengan maksud agar  permukaan air tetap  tenang dan tidak  terlalu  bergelombang. Sesudah  itu sekrup patrol diputar sambil melihat ujung  panci dari hungging  di dalam tabung  pengaman. Skrup pengontrol  yaitu berada  di atas penyangga hugging berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan skala. Jika sikrup itu diputar kembali ke kanan maka tiang skala turun  angka  yang  dibaca adalah  angka  yang terdapat tegak lurus demngan sekrup pengontrol. Adapun skala yang terrtera pada skala adalah angka (1)  sampai (100). Sedangkan termometer yang berada di  atas  permukaan air adalah  termometer  maksimum  dan termometer minimum. Termometer ini terletak di atas pelampung sehingga mempunyai  perahu, yang   pada kedua  termometer ini baik  maksimum maupun minimum  berada  di  tengah atau anntara kedua  sisi pengukuran termometer maksimum.

12. Campbell Stokes

Pada saat matahari  bersinar cerah (yaitu intensitas radiasi sinar  matahari sama  atau lebih besar dari 0,3  kalori cm-2 menit -1) Sinar  yang jatuh pada  bola  kaca akan dikumpulkan dan difokuskan pada suatu titik dan diarahkan pada kertas  pias. Kertas  pias  akan m,enerima  sinar dalam benntuk  titik  api dan meninggalkan  bekas  terbakar pada  kewrtas  pias-pias ini akan cekungan logam yang  terdapat  ada  titik api  oki panjang  bekas  terbakar pada  kertas  pias merupakan  lama penyinaran sinar matahari.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil
1.    Hasil pengamatan pada Kecepatan Angin pada ketinggian
* 0,5 m = 2280.62 Km
* 6,0 m = 4884.86 Km
2.    Data pengamatan pada thermometer berumput
Kedalaman tanah
Hasil pengamatan dalam celcius
0,2 cm
27,6
0,5 cm
29,6
5cm
29
10cm
28,8
15cm
28,8
20cm
30,0
1m
29,5

3.    Thermometer tanah gundul
Kedalaman tanah
Hasil pengamatan dalam celcius
0,2 cm
29,6
0,5 cm
28,8
5cm
28,9
10cm
28,2
15cm
28,2
20cm
29,0
1m
29,5

4.    A. Pada sangkar meteorologi 1 meter ( satuan dalam celcius )
TBB = 25,3
TBK = 28,4
Tmax = 28,8
T min = 24,2
B. Pada sangkar meteo 0,5 meter
TBB = 25,5)
TBK = 28,1
Tmax = 28,1
T min = 24,0

BK
BK-BB
A(3,0)
B(3,1)
C(3,2)
28,5
78
77
76
28,4

76,9

28,0
77
76,5
76
BK
BK-BB
A(2,4)
B(2,6)
C(2,8)
28,5
82
80
79
28,1

80

28,0
82
80
79


B.   Pembahasan
Pada praktikum yang dilakukan pada hari Sabtu, 5 April 2014 yang dilaksanakan pada pukul 09.00 s/d selesai di Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten Palembang Kita merasakan keadaan udara pada suatu saat adalah panas sekali akan tetapi orang lain hanya merasakan panas biasa saja. Jadi apa yang dirasakan dan dilihat oleh indera adalah sangat subjektif. Untuk menghilangkan subjektivitas ini kemudian digunakan alat-alat pengamatan (instrumen).
Meteorologi ilmiah (scientific meteorology) telah berkembang sejak ditemukannya termometer oleh Galileo (1593), barometer oleh Toricelli (1643) sistem penghubung yang cepat. Ini adalah tonggak pertama dalam perkembangan pertanian meteorologi. Masih banyak lagi yang harus di lakukan untuk menyempurnakan peralatan baik dalam prinsip dan mekanismenya maupun dalam ketelitian alat-alat pengamatan masing-masing komponen cuaca. Stasiun Klimatologi adalah suatu tempat yang mengadakan pengamatan secara terus – menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan (atmosfer) serta pengamatan tentang keadaan biologi dari tanaman dan objek pertanian lannya. Dalam persetujuan internasional, suatu stasiun meteorologi paling sedikit mengamati keadaan iklim selama 10 tahun berturut – turut hingga akan mendapatkan gambaran umum tentang rerata keadaan iklimnya, batas – batas ekstrim dan juga pola siklusnya.
Satu set termometer tanah terdiri atas : Enam buah termometer tanah (termometer yang didisain khusus untuk menngukur suhu tanah). Lima buah besi penyangga (untuk termometer pada kedalaman 0 – 20 cm). Dua buah pipa pelindung dan parafin wax (untuk termometer pada kedalaman 50 – 100 cm).Pada pengamatan pertama pada thermometer tanah berumput : pada kedalaman 0,2 cm = 27,6 derajat celcius, kemudian pada kedalaman 0,5 cm = 29,6 derajat celcius, pada kedalaman 5 cm = 29 derajat celcius, pada 10 cm = 28,8 derajat celcius, pada15 cm = 28,8 derajat celcius, 20 cm = 30,0 derajat celcius,1 m = 29,5 derajat celcius. Kemudian pada pengamatan thermometer suhu tanah gundul 0,2 cm = 29,6 derajat celcius, pada kedalaman 0,5 cm = 28,8 derajat celcius, pada kedalaman 5 cm = 28,9 derajat celcius, pada kedalaman10 cm = 28,2 derajat celcius, pada kedalaman 15 cm = 28,2 derajat celcius, pada kedalaman 20 cm = 29,0 derajat celcius1 m = 29,5 derajat celcius.
Ini menunjukan pada setiap kedalaman mempunyai suhu tanah yang berbeda – beda karena Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas. Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktivitas enzim (enzim terdegradasi).
Seperti diketahui bahwa suhu tanah berpengaruh terhadap penyerapan air. Semakin rendah suhu, semakin sedikit air yang diserap oleh akar, karena itu penurunan suhu tanah mendadak dapat menyebabkan kelayuan tanaman. Peningkatan suhu di sekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya kandungan lengas tanah. Peranan suhu kaitannya dengan kehilangan lengas tanah melewati mekanisme transpirasi dan evaporasi. Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanman akan mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau.
Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas. Pengaruh negatif suhu pada lengas tanah dapat diatasi melalui perlakuan pemulsaan (mengurangi evaporasi dan transpirasi).
Pada pengamatan ketiga dan keempat yang dilakukan pada pukul 10.00 WIB di sangkar cuaca. Pada pengamatan pertama di sangkar metereologi dan kedua pada sangkar klimatologi terjadi perbedaan hasil antara termometer bola kering dan termometer bola basah. Pada pengamatan pertama Termometer bola basah : 25,3oC, Termometer bola kering  : 28,3oC sedangkan pada pengamatan ke II pada pukul 10.05 WIB di sangkar klimatologi yaitu termometer bola kering: 25.5oC dan termometer bola basah  : 28.1oC. Adapun perbedaan pada pengamatan pertama dan kedua terjadi perbedaan hasil antara termometer maximum dan minimum. Pada pengamatan pertama Termometer Maximum : 28,8oC, Termometer Minimum: 24.4oC sedangkan pada pengamatan ke II pada pukul 10.05 WIB di sangkar cuaca klimatologi yaitu termometer maximum: 28.1oC dan termometer minimum  : 24.0oC. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pada selang waktu tertentu kelembapan udara pada termometer akan meningkat yang juga sangat dipengaruhi oleh faktor factor yaitu Pengaruh tanah dan air, semakin banyak jumlah uap air baik diudara maupun didalam tanah, maka kelembapan akan semakin tinggi, lalu ada atau tidaknya vegetasi. Oleh sebab itu pada lingkungan sangkar cuaca harus dibersihkan dari rumput/ilalang yang telah melebihi dari kapasitas tinggi yang ditentukan untuk distasiun klimatologi, dan terakhir pengaruh ketinggian tempat, semakin tingginya suatu tempat maka suhu ditempat tersebut akan semakin rendah dan kelembapan udara semakin tinggi. Jadi dari hasil pengamatan ini dapat diketahui bahwa cuaca pada saat praktikum ini adalah panas karena dapat kita lihat bahwa suhu maximumnya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu minimumnya, begitupun dengan kadar kelembabannya suhu bola basah lebih rendah dibangdingkan suhu bola kering, ini membuktikan bahwa suhu pada saat itu adalah kering dan panas.


V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.        KESIMPULAN
1.                Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi.
2.                Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala cuaca dalam ruang dan waktu yang terbatas.
3.                Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala cuaca secara umum dalam waktu yang lebih lama dan pada daerah relatif luas
4.                Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat, dalam waktu singkat dan pada suatu tempat atau daerah tertentu yang lingkupnya sempit.
5.                Thermometer maksimum digunakan untuk menghitung suhu maksimum dan thermometer minimum digunakan untuk mengukur suhu minimum.
6.                Untuk melindungi alat alat pengukur cuaca dan juga thermometer kita dapat membangun sangkar metereologi untuk menyimpan alat-alat tersebut
7.    1. Sangkar Metereologi dan sangkar klimatologi

2. AWS (Automatic Weather Station)

3. Automatic Rain Sampler
4. Termometer tanah berumput dan gundul
5. Cup counter Anemometer
6. Penakar hujan Observatorium
7. Penakar hujan type Hellman
8. Actinograph

9. High Volume Sampler

10. Panci Evaporasi
11. Campbell stokes

C. SARAN
            Semoga keadaan pada saat praktikum lebih kondusif lagi, terutama bagi para praktikkan.
DAFTAR PUSTAKA

Niko Aprilyanto , Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian 2008, Yogyakarta: 2008
Regina, 2005, online pada :
            http://contohlaporan26.blogspot.com/2010/12/laporan-agroklimatologi.html. diakses pada 6 April 2014, Palembang

Abdi  Sanjaya, 2001, Online pada:     http://www.klimatologibanjarbaru.com/artikel/2008/12/taman-alat/.             diakses pada    6 April 2014, Palembang

Lakitan. 2002. Satsiun Klimatologi. (online : Id.wikipedia.org/wiki/.) .
 Diakses 6 April 2014

Irianto, 2003. Stasiun Metereologi
            .(online:http://tugasagrklimatologi.blogspot.com/2010/04/klasifikasi-Iklim.html) Diakses 6 April 2014

Lakitan. 2002. Metereologi. PT, Dunia Pustaka Jaya: Jakarta.

Regariana . 2005. Stasiun Klimatologi .(online :
http://pianunyo.blogspot.com/2011/05/stasiun- klimatologi.html) Diakses 24 Februari 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar