Segala sesuatu selalu dapat dibuat lebih baik, lebih cepat, lebih maju, lebih tinggi, dan lebih hebat. Stay hungry stay foolish. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Pastikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan Hari esok lebih baik dari hari ini -Agriani-

Sabtu, November 17, 2018

Mawar Kusuma "Aku telah ditemukannya", Eps Terakhir


Jakarta 2047,
Disudut ruang kamarnya lagi – lagi tampak sosok Mawar yang sedang berfikir jauh dalam lamunan.

Hari ini tepat 2 tahun kepergianmu, semua perkataanmu terakhir aku anggap adalah sesuatu yang jujur, dan aku telah menerimanya. Semua yang kau katakan benar dan tidak ada satu perkataanpun yang kutolak. Terimakasih telah membuka mataku selama ini. Terimakasih untuk belas kasihanmu kemarin itu tapi sayangnya kau tahu aku tak pernah butuh itu, aku tak pernah mau dikasihani, jelas saja itu bukan aku. Aku layak diberi cinta dan kasih dan tak pernah butuh belas kasihanmu.  
Terimakasih telah menghakimiku, berkat penilaian – penilaian buruk darimu itu aku tumbuh menjadi seseorang yang jauh – jauh lebih kuat, jauh lebih tegar dan jauh lebih sabar. Tak perduli sedikitpun aku tentang penilaianmu itu terhadapku, karena yang tahu siapa aku yang sebenar – benarnya hanyalah Tuhanku. Tak perlu aku balas semua penilaian itu karena aku bukanlah dirimu. Allah menciptakanmu sebagai manusia bukan untuk menghakimi orang lain, jadilah da’i (penyeru) bukan hakim manusia.
Jika saat ini kau masih berpikir aku masih menginginkanmu, masih mengharapkanmu, masih mendoakanmu kau salah besar, aku tak lagi menginginkan orang sepertimu.

Aku sudah bahagia sekarang , tak perlu kau kasihani aku lagi.
Aku sudah ditemukan oleh seseorang, yang seperti doamu dulu sebelum pergi meninggalkan aku, seseorang yang akan benar – benar menyayangiku dengan tulus, yang benar – benar mencintaiku, yang benar – benar akan menjagaku.
Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku kepadamu dulu bahkan jauh lebih besar
Aku telah bahagia sekarang, tak perlu lagi kau kasihani aku.
Kesalahanmu telah kumaafkan, sayatan luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku, tak perlu lagi kau kasihani keadaanku.
Hujan deras dikelopak mataku tak akan pernah lagi memanggil namamu. Didalam doaku namamu telah tergantikan oleh nama yang baru.
Aku sudah bahagia sekarang. Terimakasih telah memutuskan untuk pergi . Caramu menyakitiku kemarin, adalah cara Allah mempertemukan aku dengannya hari ini.

Dua tahun setelah kepergian laki – laki itu, Mawar kusuma akhirnya memutuskan untuk bertaaruf dengan seorang laki -  laki pilihan gurunda tercinta. Sejak saat itu rona kebahagian diwajahnya kembali menyelimuti hari – harinya. Jatuh bangun kepahitan yang dulu – dulu telah Allah gantikan. Ibu Anita sangat bersyukur akhirnya Mawar menemukan seseorang yang sangatlah tepat untuk hidupnya.
Pernikahan pun digelar tak lama setelah mereka taaruf, akhirnya Mawar Kusuma dapat merasakan kebahagiaan atas ketaatannya kepada sang pencipta. Mereka hidup bahagia sampai ke syurga. MasyaAllah ^_^

_the end_

Satu pesan dariku untuk teman – teman yang barangkali merasakan hal serupa dengan Mawar,

Barangkali benar,
Tidak semua pertanyaan itu disertai dengan jawabannya,
Barangkali benar, tidak semua kisah ada penutupan yang indah seperti dibuku – buku cerita.
Namun
Semoga kebahagiaan itu hadir dari ruang yang lain. Semoga kabar baik hadir dalam wujud yang tak pernah kita bayangkan .
Semoga tenang segera datang dan senang jadi teman melanjutkan cerita kalian.



Senin, Oktober 15, 2018

Mawar Kusuma, Eps 2 "Ketegarannya tangguh, Buktikanlah"

Pada akhirnya Mawar menyadari bahwa ia telah sampai pada suatu masa, dimana ia lelah dengan apa yang ia juangkan, dengan apa yang ia harapkan. Mawar lelah dengan hidup yang "begitu-begitu saja" yang selama ini ia jalani. Bahkan Mawar pun sudah tak paham seperti apa rasanya berbagi dan bercerita. Sebab semua hal melelahkannya, membuatnya sesak, membuatnya payah.

Mawar hanya mengungkapkan rasa sakitnya pada orang yang ia cintai, pada orang yang ia percayai. Namun ternyata justru responnya sangat tidak baik menurut penerimaannya. Mawar dijatuhkan, dimarahi, disalahkan, disebut lemah dan tak punya daya juang, disebut tidak akan maju dan tidak berkembang. Lalu Mawar membenarkan semua ucapannya. Hingga sesak tak terkira yang ia rasakan, hingga retak berpilu - pilu.

Kembali Mawar terdiam, bertanya - tanya pada Tuhan, kepedihan apa kiranya yang dulu ia lakukan hingga kini ia harus rasakan. Lalu sesaat kemudia Mawar menjadi terdiam kosong, pandangannya sangat jauh, bertanya - tanya namun "hampa" tak ada jawaban.

Seketika Mawar tersentak sadar, terbangun dari lamunannya yang dalam. Mawar berusaha bangkit dan bertekad ingin meluaskan kesabarannya agar kepedihan dapat berbuah kebaikan. Semua rasa yang ia eluhkan pada Allah tidak akan sia - sia. Pada saat itu juga perasaan Mawar jauh lebih tenang. Mawar memang tak mendapatkan jawaban atas pertanyaan - pertanyaannya itu, namun hati dan pikirannya justru telah membimbingnya pada sebuah jalan keluar yang tak ia sadari seluarbiasa itu Allah telah menyembukan lukanya sedikit demi sedikit.

Mawar duduk di bangku kerjanya kemudian mengambil buku hariannya, ia menuliskan beberapa kalimat untuk memotivasi dirinya jika kelak ia teringat akan lukanya itu,

Dunia ini harus melihatmu berdiri dengan begitu anggun.
Dunia ini tidak boleh melihat kehancuranmu dititik nadirmu.
Tidak boleh
Karena kau adalah milik Allah.
Sampai kapan pun kau adalah milik Allah.
Maka tentu saja kau tak layak hancur didepan manusia. 

Kau memiliki Tuhan yang maha penyayang, dimana setiap kebaikanNya akan menguatkan setiap langkah. 

Kau hanya boleh hancur sehancur - hancurnya didepanNya saja. Menangis, mengadu, meratapi, menyesal dan memohon dengan penuh keyakinan yang tidak pernah berbatas.

Sesungguhnya kau adalah seseorang yang pasrah pada setiap ketentuanNya. Dan ketentuan - ketentuan dariNyalah yang terbaik untuk kau jalani.

Semenjak saat itu banyak sekali perubahan yang terjadi dalam diri Mawar Kusuma. Ia memutuskan untuk mengambil jalan yang dipilihkan oleh Allah, mengejar cinta Allah saja, berusaha untuk memperbaiki dirinya, serta yakin dan percaya bahwa Allah akan menjamin sebuah kebahagiaan untuknya. Banyak hal yang ia lakukan mulai dari meningkatkan ibadah wajib, menambah dan merutinkan ibadah sunnah, menjalankan program "The 9 Golden Habbits", giat mempelajari hal - hal baru yang bermanfaat, rutin membaca dan menulis, gigih menambah hafalan, serta mengevaluasi diri.

Sekarang Mawar begitu menikmati prosesnya dalam mencintai Allah. Mawar tak mau melewatkan kesempatan emas ini, baginya ini adalah kesempatannya yang terakhir. Ke-Istiqomahannya akan diuji disini. Hidup matinya ditentukan dari sini, apakah kembali mengulangi kesalahan yang sama atau bahkan justru lulus ujian. Kali ini Mawar benar - benar bertekad besar, tidak akan lagi main - main dengan takdir Allah. Semuanya Ia pasrahkan kepada Allah. Mimpi besarnya kini, menjemput takdir dengan cara yang Allah ridhoi.

Kini hidup Mawar sudah jauh lebih baik, jauh lebih tenang. Luka dihatinya memang belum sembuh seutuhnya, namun Ia yakin secepatnya luka itu akan berganti dengan kebahagiaan. 

-bersambung-

Jumat, September 28, 2018

Mawar Kusuma, "Perpisahan yang menyakitkan" Eps 1

Namanya Mawar Kusuma, gadis cantik keturunan Arab Melayu berumur 28 tahun. Mawar Kusuma adalah seorang gadis yang ceria, rajin, gigih, suka menolong dan berhati tulus. 

Namun sekarang semuanya berubah, Mawar banyak berdiam diri dan menghabiskan semua waktunya sendirian didalam kamar, kecuali hanya untuk meneguk air putih, makan dan beribadah.

Tak jarang Ibu Anita (ibunya Mawar) memergokinya sedang menangis tersedu - sedu dikamar. Entah duka apa yang menyelimuti mawar sampai - sampai tak ada lagi cahaya didalam hidupnya. Padahal ia tak pernah sampai seperti ini sebelumnya. Ibu Anita khawatir sesuatu buruk telah terjadi kepada putri sulungnya itu, Ibu Anita takut ada seseorang yang jahat dan tega menodai putrinya. 

Hingga suatu hari dipeluknya erat - erat tubuh Mawar itu, seraya berkata : 

"Nak, apakah gerangan yang membuatmu menjadi seperti ini? apakah ada laki - laki yang telah berbuat jahat kepadamu?"

"Tidak bu Mawar ini tentu masih Suci, jika Mawar sudah tak suci lagi barangkali Mawar sudah lama mengakhiri hidup Mawar ini Bu. Mawar hanya sangat kecewa dengan caranya kepada Mawar Bu, Mawar merasa dia sengaja hanya ingin mempermainkan Mawar selama ini, apa salah Mawar Bu sampai - sampai Mawar harus diperlakukannya seperti ini" sambil menangis tersedu - sedu.

"Anakku, tak mengapa dia berlaku jahat terhadapmu, yang jelas kau tak melakukan hal yang serupa dengannya. Bagi Ibu kau sudah menyayanginya dengan tulus terlihat jelas dari caramu berusaha keras untuknya, tapi barangkali Allah tak ingin mempersatukanmu dengan laki - laki sepertinya nak. Percayalah  jika hari ini kau merasa diperlakukan bak sampah yang tak berguna, suatu hari nanti akan ada seseorang yang memungutmu bak berlian" sambil memeluk Mawar erat - erat, hingga Mawar pun tertidur dipangkuan sang Ibunda.

Singkat cerita, dulu mawar pernah sangat percaya sekali dengan seseorang dan tak pernah menyangka akhirnya kepercayaannya hanya dibalas dengan dusta dan berbuah kekecewaan. Entah duka apa yang membuatnya sampai - sampai tidak mau percaya lagi dengan semua orang kecuali keluarganya. Baginya semua orang sama, hanya bisa mengecewakan. 

Dulu mawar pernah sangat menyanyangi seseorang dengan sangatlah tulus tanpa tahu ternyata ketulusannya hanya dibalas dengan luka. Bagaimana mungkin mawar tidak kecewa, disaat Ia mati - matian memperjuangkan cintanya, disisi lain pemuda itu justru sudah tujuh bulan lamanya menyiapkan sebuah "kepergian".

Apakah ini yang dinamakan "Air susu dibalas dengan air tuba?" Entahlah sekarang bagi mawar semua perkataan yang lelaki itu dulu katakan hanyalah omong kosong belaka, tak ada satupun yang ia percaya lagi. Tak ada satupun perkataanya yang bisa dipegang, baginya sekarang lelaki itu adalah tong kosong yang nyaring bunyinya. 

Sang pemuda itu adalah penjahat ulung, ia pandai memutar cerita dan membolak - balikkan kenyataan hingga akhirnya Mawarlah yang lagi - lagi salah. Ia yang dulu memilih Mawar, namun ia juga yang akhirnya menyakiti Mawar. Entah dosa apa yang selama ini Mawar lakukan, hingga akhirnya Ia diperlakukan seperti itu. 

Sekarang bagi Mawar semua kenangan tak ada yang layak untuk dikenang, semua sudah dikubur didalam sanubarinya. Luka tinggallah luka yang cepat atau lambat pasti akan mengering. Trauma hanyalah trauma yang cepat atau lambat pasti akan sembuh. 

Dan pada akhirnya Mawar mengambil jalan yang dipilihkan Tuhannya. Mawar percaya bahwa Allah sangat menyayanginya dan tak akan mengecewakannya. Mawar bangkit dan tersadar bahwa lelaki itu ternyata bukanlah sosok lelaki yang Mawar butuhkan dalam hidupnya. Mawar bersyukur Allah memisahkannya dari sosok laki - laki seperti itu.

Dulu barangkali lelaki itu adalah sesorang yang selalu ia perjuangkan, dan Mawar adalah seseorang yang selalu Ia lewatkan.

Tapi sekarang tidak lagi.

Tepat pada bulan Juli tahun 2045, Mawar Kusuma bangkit dari keterpurukan dan resmi mencintai kehilangan dan merayakan kehilangan. Mawar yakin kelak akan ada seseorang yang akan memperjuangkan dirinya, dan menyayangi dirinya dengan sepenuh hati.


-Bersambung-

Sabtu, September 22, 2018

[Review] Buku "The 9 golden Habits For Brighter Muslim" Karya Agus Sukaca

Ulasan dan Photo by :NA


Judul         : The 9 Golden Habits For Brighter Muslim

Pengarang : dr. H.. Agus Sukaca, M.Kes
Penerbit     : PT. Bentang Pustaka
Edisi          : Februari 2014
Halaman    : xxii + 226 hlm

Assalamualaykum



Kalo Pak Stephen R Covey punya buku "The 7 Habits Of Highly Effective People", maka kalo di Indonesia Pak dr. H. Agus Sukaca, M.Kes punya buku "The 9 Golden Habits For Brighter Muslim". Lantas apa perbedaan kedua buku ini? 

Jika buku karya Pak Stephen R Covey lebih menjelaskan bagaimana kebiasaan manusia yang produktif dalam bentuk umum yaitu : menjadi proaktif, mulailah dalam akhir dalam pemikiran, dahulukan yang utama, berpikir menang - menang, berusaha untuk mengerti orang lain terlebih dahulu baru mengerti diri sendiri, kebiasaan bersinergi serta mengasah gergaji/ diri. Sedangkan dalam buku karya Pak Agus Sukaca menjelaskan amalan yang harus dimiliki pribadi seorang muslim, dimana dari kebiasaan emas ini tentunya akan mengantarkan kita pada pintu - pintu kebaikan menuju SyurgaNya. Amalan ini harus dilakukan secara kontinu (berkelanjutan), itulah yang dinamakan kebiasaan (habit). Kebiasaan akan menunjukkan siapa kita sebenarnya. Malas atau rajin, taat ataupun tidak, patuh atau tidak tergantung dari bagaimana perjuangan kita menjadi pribadi muslim itu.

Lantas apa sajakah kebiasan emas ini? lets check it out! Eits tapi hanya 5 ya yang akan aku jabarkan secara singkat, hhe. 

1. Tertib Sholat

     Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah; dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya, (QS [70] : 19-23.

Kualitas shalat seseorang tentunya akan berbanding lurus dengan keteguhannya dalam beragama, kebaikan yang akan diperoleh dan jauhnya seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Maka tak heran jika banyak yang bilang bahwa kualitas kehidupan seseorang dapat dilihat dari kualitas sholatnya.


Mengerjakan sholat diawali takbir dengan niat ikhlas semata - mata hanya karena Allah. Artinya tidak ada yang kita pertimbangkan dalam mengerjakan sholat kecuali mengharapkan keridhaan Allah. Didalam bacaan sholat setidaknya ada tiga hal pokok yang kita ucapkan secara berulang - ulang yaitu pengakuan, pernyataan dan permohonan.


2. Tertib Puasa Sunnah

Ada tiga jenis puasa rutin antara ramadhan ke ramadhan yang dituntunkan Rasulullah SAW. yaitu puasa senin kamis, puasa nabi daud, dan puasa tiga hari dalam sebulan. Nabi kita adalah sosok yang hampir - hampir tidak pernah sakit. Demikian pula sebagian besar sahabat - sahabat beliau. Rahasianya ternyata adalah berpuasa dan menjaga pola makan. Dalam satu bulan beliau pasti ada hari - hari berpuasa. Pola makan beliau adalah makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.


Makan berlebihan ternyata menyebabkan pusat daur ulang dalam tubuh kita tidak bekerja sempurna. dapat dibayangkan bila sepanjang hidup kita senantiasa kenyang, tumpukan sampah pasti sangatlah banyak sehingga berbagai penyakit pasti berdatangan. 


Maha besar Allah rupanya didalam perintah berpuasa terdapat kejadian luar biasa yang membina tubuh tetap sehat dan bugar. Allah mahatahu sifat - sifat manusia, bila tidak dipaksa berpuasa pasti tidak akan mau merasakan lapar. Karena kasih sayangNya, Dia berikan petunjuk terbaik untuk hamba - hambaNya selain puasa ramadhan, lantas amalan puasa sunnah apa yang sudah kita amalkan? kuyy pilih salah satu antara tiga pilihan tadi ya.. Semangat fastabiqul khoirot!


3. Tertib Zakat, Infaq, Sedekah

Ada pepatah baik yang mengatakan "Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah".


Membayar zakat, infaq, sedekah (ZIS) adalah manifest menjadi tangan diatas atau pemberi. Amalan tersebut merupakan amalan yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Fakir miskin, orang sakit, dan orang yang terkena musibah menjadi sangat terbantu dengan adanya orang yang mau memberi. Masjid dan fasilitas publik lainnya mudah terbangun karena banyaknya orang yang suka memberi. Demikian juga oerjuangan fi sabilillah dapat terlaksanakarena banyak umat islam yang senang memberi. 


Lantas apa beda zakat infaq dan sedekah?


Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim dan diberikan kepada 8 golongan mustahik//penerima (fisabilillah, orang yang terlilit hutang, musafir, mualaf, fakir, miskin, amil, hamba sahaya). Infaq adalah harta yang kita keluarkan secara sukarela tapi berupa uang. Sedangkan sedekah adalah sesuatu yang kita keluarkan sebagai hadiah kepada saudara kita bisa berupa sembako, pakaian, hadiah, dll. Dzikir dan tersenyum juga merupakan sedekah. 

4. Tertib Tadarus Al - Qur'an

Rasulullah SAW. memerintahkan kita membiasakan diri membaca al-quran dan memberikan kabar gembira bagi orang - orang yang selalu membacanya. Beliau bersabda :


"Berang siapa membaca satu huruf dari al - quran akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan berlipat sepuluh kali. Aku tidak berkata alif "lam mim itu satu huruf", tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf"


Beliau menyuruh kita mengkhatamkan Al-Quran sebulan sekali. Abdullah bin Amrin bertanya "wahai rasulullah, berapa lama saya harus mengkhatamkan Al - Qur'an?" Nabi menjawab, "sebulan".


Tentu ada alasan kenapa rasulullah menyuruh kita menghatamkan Al-Quran dalam sebulan. Perasaan dan pikiran kita sangat dipengaruhi oleh apa - apa yang kita berikan padanya lewat indra - indra kita, khususnya pengihatan dan pendengaran. Al - quran yang kita baca berulang - ulang setiap hari besar sekali pengaruhnya. Perasaan dan pikiran menjadi positive, amal perbuatan yang dihasilkan akhirnya juga positive.


5. Tertib Membaca Setiap hari

Tentu ada maksudnya saat Allah SWT. menurunkan wahyu pertama kepada nabi Muhammad SAW. dengan perintah Iqra' membaca. Membaca telah menjadi aktivitas yang memberikan dampak besar bagi kehidupan manusia. Kualitas seseorang banyak ditentukan oleh seberapa banyak ia membaca dan apa bahan bacaannya. Orang yang banyak membaca bacaan positive dan bagus tentunya pandangannya juga akan luas yang pada akhirnya akan menghasilkan amalan yang baik pula.


Membaca adalah kegiatan utama dalam proses - proses pembelajaran semenjak ditemukannya aksara. Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis atau suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Secara umum tujuan orang membaca adalah untuk belajar, menguasai keahlian, atau kesenangan. 

Siapkan anggaran setiap bulan untuk membeli buku. Setiap bulan mesti ada buku - buku baru yang diberli. Mari songsong masa depan gemilang dengan membiasakan membaca!

Kemudian kebiasaan - kebiasaan ini harus diusahakan menjadi sebuah kebiasaan yang kontinyu. Untuk itu ada 5 tahap yang disuguhkan buku ini dalam proses pembiasaan yaitu : tahap berpikir dan perekaman, tahap pelaksanaan, tahap penyimpanan, tahap pengulangan, dan terakhir tahap kebiasaan. Semua tahapan ini di jelaskan secara terperinci dimasing - masing habits diatas.

Semoga bermanfaat!

Kamis, September 20, 2018

Muhasabah Diri

Aku memilih muhasabah sebagai waktu untuk bermesra - mesraan denganNya. Percaya atau tidak tiap kali aku muhasabah diri, aku merasa jarak ku dengan Allah sangatlah dekat, lebih dekat dari urat nadi. 

Setiap malam sebelum tidur aku selalu merenungi apa - apa saja yang kulakukan disetiap harinya. Dalam satu hari itu adakah sesuatu hal yang membuatku bermanfaat, atau adakah hal maksiat yang justru aku lakukan. 

Aku menyadari bahwa dosaku lebih banyak daripada pahala, entah itu karena aku yang sampai saat ini belum bisa membahagiakan ibuku, aku yang tak tahu telah mempermudah ayahku "disana" atau bahkan semakin menyusahkannya, aku yang belum bisa menjadi sosok kakak yang baik untuk adik-adikku, aku yang mungkin seringkali melukai perasaan orang terdekatku entah itu sahabat maupun teman, aku yang tingkahnya, sifatnya, lisannya dan sebagainya yang mungkin menyakitkan orang - orang sekitar atau bahkan menyakiti diri sendiri.

Seringkali aku bertanya - tanya, apakah orang sepertiku ini aku layak di syurga? Apakah orang sepertiku ini pantas untuk ampuni dan dicintai Allah? Sungguh aku malu padaNya, karena aku merasa dosaku sudah seperti gunung, seperti air lautan yang tak lagi mampu untuk dibendung.

Ditiap kali renungan tak jarang air mataku turun sendiri, tumpah sejadi - jadinya namun tanpa suara. Semua teriakan ku suarakan sekencang - kencangnya didalam hati, hingga aku tertidur dengan sendirinya. Pada saat antara jarak air mata yang mengalir dengan kelelahan tubuhku itulah kerap kali aku merasa bahwa Allah sedang memeluk tubuhku dengan erat. Nafas kasih sayangNya sangat terasa mengalir didalam tubuh dengan penuh kelembutan.

Lepas dari tidur Allah membangunkanku di sepertiga malamNya, seakan Ia menyuruhku untuk bertemu denganNya, menghamparkan sejadah, mengajakNya bercerita, seakan Ia mau aku berkeluh kesah meluapkan semua yang kurasa hanya kepadaNya. Disujud terakhir tiap rakaat genaplah aku juga kerap kali tak bisa membendung air mataku, semuanya kutumpahkan mulai dari memohon ampunan, doa - doa,  namun jika terlalu sesak didada semuanya kutumpahkan tanpa berkata satu katapun "Allah hears your hearts intention before your lips whisper your request". Pada saat itu jugalah kerap kali aku merasa bahwa Allah sedang mengelus kepalaku dengan belaian kasih sayangNya, seraya berkata "jangan bersedih, Aku selalu ada untukmu wahai umatKu, bangunlah, menjadi kuatlah dan bersabarlah semuanya akan baik - baik saja, Aku sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat indah untukmu, jangan malu untuk menghadap kepadaKu, Aku selalu memaafkanmu dan selalu merahmatimu".

Kenyamanan dan kasih sayangNya yang aku rasakan membuatku sedikit lupa tentang apa itu rasa sakit.

Sungguh Allah maha pengampun lagi maha mengasihi...

Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik - baik pelindung. Takdir Allah pasti baik, dan aku tak mungkin ditimpa sesuatu ujian melebihi kapasitas diriku sendiri. Allah tahu aku lemah, tapi Allah yang kuatkan. Alhamdulillah.

Karena Allah lah yang ternyata paling aku butuhkan.
Karena Allah lah yang paling mengenal siapa diriku, 
Karena Allah lah yang paling tahu niatku.

Karena Allah lah yang paling mencintai dan mengasihi kita, bahkan jauh sebelum bumi ini terbentuk. Maka untuk mu yang hari ini sedang sedih karena apapun itu, tanamkan dalam diri kau bukanlah apa yang orang lain pikirkan dan kau lebih kuat dari apa yang kau pikirkan. 

Cukuplah Allah bagimu, cukuplah Allah bagimu, cukuplah Allah bagimu. 
Kau hanya butuh Tuhanmu.
Hamparkan saja sejadahmu, bercerita kepada Allah, lantunkan surat - surat cintaNya, lakukan perbaikan, dan menyusun langkah - langkah baru. 
Maka kau akan merasakan Kasih sayangNya nyata untukmu..

Dari aku yang tak mau kau bersedih dan kecewa
karena Berat
Biar aku saja.

Rabu, September 19, 2018

Untukmu..

Sumber : Instagram.com

Dear you...

Apa kabar? kamu dimana? sedang apa? perjalananmu menujuku sudah sampai mana? Aku berharap kehidupan memperlakukanmu dengan baik.

Aku disini setia menunggumu, sambil belajar untuk menjadi yang pantas untukmu, belajar menjadi yang terbaik untukmu dan anak- anak kita nanti, belajar banyak hal tentang bagaimana kelak aku akan membahagiakanmu, belajar tentang membangun komunikasi yang baik, belajar menjadi pribadi yang lisannya sejuk untuk kau dengar, menjadi sosok yang bisa menenangkanmu dan menguatkanmu, menjadi pribadi yang wajahnya sedap untuk kau pandang, menjadi pribadi yang suaranya santun untuk kau dengar, aurat yang selalu terjaga, ilmu agama yang dipahami dan diamalkan, serta hati yang pandai besabar dan bersyukur. InsyaAllah aku akan belajar lagi dan lagi, asalkan satu hal kamu percaya sama aku. Percaya sama aku kalo aku bisa jadi yang terbaik untukmu.

Kenapa aku yakin begini, katamu?

Karena aku punya Allah
Setiap hari aku meminta padaNya dan terus berusaha, kelak jika nanti kita bertemu aku adalah pribadi yang telah pantas untukmu. Bukan lagi pribadi yang dulu - dulu, bukan lagi pribadi lemah, payah, tidak asyik, mudah percaya dengan orang lain, terlalu polos, manja, cengeng, cemburuan dan sebagainya. Akan kupastikan hal itu sungguh-sungguh. 

Kelak tak perlu kuceritakan padamu, apa - apa saja yang selama ini menimpaku sekaligus menempaku hingga akhirnya menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh, jauh lebih sabar dan jauh lebih baik. Cukuplah kau berada disampingku saja, menemaniku dan percaya padaku, bahwa aku bisa mengupayakan kebahagiaan untukmu. 

Jika kau bertanya, untuk apa kau lakukan itu semua untukmu?

Jawabnya sederhana, 
Aku ingin mengabdikan, mendedikasikan seluruh hidupku untukmu nanti, karena aku ingin meraih syurgaku.

Lantas jangan pula kau terlalu berharap banyak kepadaku, berharap kesempurnaan kepadaku.
Karena sejatinya harapan - harapan yang kau gantungkan padaku akan buatmu kecewa sekecewa - kecewanya. Aku tak mau kau kecewa, berat.. biar aku saja ya? :)
Karena tiap - tiap jiwa akan mengecewakan, termasuk dirimu, tapi tenang aku adalah orang yang akan menerimamu seutuhnya, ketika aku telah memilihmu.

Namun ada beberapa hal yang harus sama - sama kita miliki. Untuk itu kau mau kan berjuang belajar semua ini bersamaku kelak jika kita telah bersatu? 

Kelak kau dan aku adalah orang yang sama - sama memperjuangkan satu sama lain, kau dan aku adalah orang yang sama - sama mengerti satu sama lain, kau dan aku adalah orang yang sama - sama sabar satu sama lain, kau dan aku adalah orang yang mau bertahan satu sama lain, kau dan aku adalah orang yang sama - sama mau memahami satu sama lain, kau dan aku adalah orang yang sama - sama mau belajar, sama - sama mau berjuang dan sama - sama mau memahami qada dan qadar, sama - sama mau menekan ego, sama - sama menyayangi dan mencintai satu sama lain, dan terakhir sama - sama mau menerima kekurangan satu sama lain. 

Untuk itu juga sampai saat ini aku masih belajar dan memantaskan, dan karena itu aku berharap kelak kaulah orang yang saat ini juga sedang belajar dan memantaskan. Karena adalah dzolim jika kita bertemu tapi ilmu kita belum cukup dan adalah sombong jika kita sama-sama tak mau memantaskan menjadi ayah dan bunda yang baik untuk anak - anak kita nanti.

Karena,
Aku takut jika nanti bukan orang sepertiku yang kau inginkan, lantas kau dengan mudahnya pergi meninggalkan.
Aku takut jika harapanmu terlalu tinggi tentangku, hingga kau mengetahui aku yang sebenarnya lantas kau dengan mudahnya pergi meninggalkan. 

Karena aku tak mau menjadi sesuatu yang kau lewatkan...
Karena aku hanyalah wanita yang jelas tidak akan pernah sekuat dirimu.
Dan aku tak mau merayakan kehilanganmu.
Keinginanku hanya satu,
Aku ingin menua bersamamu menggapai ridhoNya sampai ke syurga. 

Semangat belajar dan menyusun visi - misi keluarga impian ya!!

Sampai jumpa dibatas waktu!
Aku selalu berdoa semoga pertemuanku denganmu adalah lebih dahulu daripada pertemuanku dengan ajalku.

Minggu, September 16, 2018

[Review] Buku 'Indie' BERTUMBUH Karya Kurniawan Gunadi, Dkk

Ulasan dan Photo by : Nurhashifah Agriani


Judul                : Bertumbuh
Pengarang        : Kurniawan Gunadi, Satria, Iqbal, Mutia , Novie
Penerbit           : CV IDS
Edisi Penerbit  : Maret 2018
Tebal                : 270 halaman + xxxi

Assalamualaykum !!
Jadi kalo ditanya kenapa si nor sekarang hobby nge-review buku? jawabannya adalah meriview adalah caraku mengingat isi buku tanpa haus membaca ulang! hhe

lets check it out!

Buku inni membahas tentang keresahan hidup, pesan yang baik kalau bahasa hitsnya sering disebut Quarter Life Crisis. Buku ini ditulis oleh 5 orang tumblr dengan gaja kepenulisan yang berbeda - beda.

Buku ini terdiri dari 5 bab, dimana pada masing - masing bab terdapat banyak tulisan - tulisan yang pendek. Jadi buat kalian yang suka tulisan panjang ini mungkin kurang cocok buat kalian hhe. 

Bab 1
Berisikan kisah - kisah tentang "Bangun Pagi" atau seseorang yang memiliki cita - cita untuk digapai setiap harinya. 

Bab 2
Berisikan kisah - kisah tentang fokus pada tujuan hidup. Bukan tentang apa atau yang mana jalannya tapi tetang bagaimana cara untuk menjalaninya.

Bab 3
Tidak iri dengan pertumbuhan hidup orang lain. Dialah orang yang ikut senang dengan keberhasilan orang lain. Serta terinspirasi untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. 

Bab 4
Banyak bersedekah. Dialah orang yang semakin menyadari bahwa apa yang dimilikinya entah harta, waktu, tenaga, dsb bukanlah miliknya sendiri.

Bab 5
Semakin bertambah keimanan, ketakwaan dan rasa syukur. Dia yang semakin mengenal dirinya, untuk apa dia diciptakan dan kemana ia akan pulang. 

Minusnya buku ini dibuat dengan font yang kecil sehingga untuk seseorang yang punya mata minus sepertiku agak kesulitan membacanya apalagi pada malam hari. Namun beberapa hari yang lalu dikabarkan bahwa pada cetakan selanjutnya buku ini akan menggunakan font yang lebih besar yang tentunya akan berimbas pada banyaknya halaman. Menurutku bagus, karena kenyamanan saat membaca itu penting. 

Plusnya buku ini akan sangat menohok para pembaca khususnya para mager-ian hha. Aku menyebut buku ini sebagai "teman pulang", karena buku ini berhasil menjadi salah satu sahabat pejalanan dan berproses terbaik. Aku juga sepakat menyebut buku ini indah karena buku ini tak mengajak kita untuk berhayal dan menyediakan alur cerita yang rumit lagi sulit dimengerti, namun buku ini menjabat tangan kita untuk menjadi baik secara bersama. Persis dengan judulnya "Bertumbuh" karya ini tahu persis bagaimana cara mengajak dan merangkul pembaca untuk tak lagi takut dan meragu akan satu dan lain hal dalam "Quarter Life Crisis".

Rabu, September 05, 2018

Berbahagialah

Jika hari ini kau sedang dirundung kesedihan karena usahamu untuk membahagiakan orang terdekatmu tidak dihargai olehnya, tak mengapa, tersenyumnyalah. Yakinkan hatimu bahwa kau telah melakukan yang terbaik, dan usahamu juga sudah maxsimal. Kuatkan hatimu dan pastikan bahwa usahamu tidak akan sia - sia, karena akan selalu ada balasan kebaikan, untuk sekecil apapun sebuah kebaikan dan pertolongan.

Jika hari ini kau sedang dirundung kesedihan karena ingatan atas perkataan - perkataanya yang "tidak menghargai" usahamu itu, tak mengapa, maafkanlah. Yakinkan hatimu bahwa kau telah melakukan yang terbaik, dan usahamu juga sudah maxsimal. Kuatkan hatimu dan buktikan bahwa hatimu terlalu luas, dimana pada bagian hati itu alangkah sia - sianya jika memberi maaf saja tak sanggup.

Lalu dengan polosnya kau bertanya - tanya pada dirimu sendiri. Sebenarnya apa kebahagianmu itu?

Apakah bahagia itu ketika kau berhasil meraih segala sesuatu yang kau mau? 
Apakah bahagia itu ketika melihat orang lain berbahagia?
Apakah justru bahagia itu adalah ketika melihat orang lain menderita?

Tentu setiap orang punya parameternya masing - masing dalam mengukur suatu kebahagiaan. Tapi sebenarnya kebahagian tentu tak dapat diukur dengan apapun, bahkan udara yang kita hirup sampai detik inipun adalah sebuah kebahagiaan. Yang buatnya berbeda antara satu dan lain orang adalah tentang tingkatan syukurnya akan satu dan lain hal yang diberikan olehNya. Ada yang bersyukur dengan hal yanng kecil namun tidak besyukur dengan hal yang lebih besar. Ada yang bersyukur dengan hal yang besar tapi tidak mensyukuri sesuatu yang kecil. Ada juga yang tidak mensyukuri keduanya. 

Kau sudah menemukan jawabannya
Barangkali kau memang tidak bisa membahagiakannya.
Barangkali ia yang tak layak untuk dibahagiakan olehmu. 

Maka maafkanlah dan relakanlah, agar kau menjadi orang yang lebih sabar, lebih kuat, lebih bahagia dan lebih hebat. 
Dan lalu bangkitlah untuk kembali membuat kebahagian - kebahagiaan kecil untuk orang terdekatmu lagi dan lagi dengan belajar dari pengalaman - pengalaman sebelumnya agar usahamu lebih optimal dan dihargai.

Tetaplah belajar menjadi baik
Jangan bosan untuk belajar menjadi baik.
Buktikan pada dunia, kau bukan apa yang mereka katakan tentang keburukanmu.

KEEP BEING HUMAN!