Segala sesuatu selalu dapat dibuat lebih baik, lebih cepat, lebih maju, lebih tinggi, dan lebih hebat. Stay hungry stay foolish. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Pastikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan Hari esok lebih baik dari hari ini -Agriani-

Senin, Mei 14, 2018

Dewasa itu apasih?

Aku, kalian pasti sudah tahu bahwa sejatinya di belahan dunia bagian manapun kita tidak akan menemukan manusia yang sempurna. "Nobody's Perfect" Sebuah kalimat klise, namun sangat mendalam artinya. Setiap manusia yang menuntut kesempurnaan dari sesuatu hanya akan menemukan bahwa dirinya telah menjadi pribadi yang kurang bersyukur. Padahal manusia mempunyai tabiat yang tidak baik, dimana apabila mereka ditimpa ujian atau musibah sering kali mengeluh, bahkan adakalanya seperti menyalahkan takdir. Tetapi apabila mereka diberi sedikit kesenangan hidup, mereka cepat lupa diri. Yes inilah manusia. Sebaiknya karena kita telah mengetahui bahwa salah satu sebab seorang manusia masuk neraka adalah sedikit bersyukur, maka kita seharusnya melatih diri untuk senantiasa bersyukur dan ridha dengan setiap pemberian Allah. ^^

Banyak orang yang bilang bahwa sikap dewasa itu sangat kita perlukan agar kita bisa berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya, meskipun begitu sebenarnya aku tidak begitu mengerti dengan yang dimaksud bersikap dewasa. Lantas seperti apa sih sikap dewasa itu? Ataukah semacam sikap-sikap yang menampilkan kebijaksanaan? aku belum begitu paham.

Pertanyaan - pertanyaan  itu muncul ketika aku sudah mulai menikmati dunia membaca. Selama 23 tahun menjalani berbagai aktivitas kehidupan ini, aku sedikit demi sedikit belajar banyak tentang bagaimana cara kita menyikapi berbagai persoalan yang pastinya juga menuntut sikap dewasa agar persoalan itu bisa secepatnya ditemukan sebuah solusi. Walaupun sudah mengalaminya sendiri, aku masih tetap saja belum mengerti tentang yang dimaksud dengan sikap dewasa ini.

Selama hidup didunia aku menyadari bahwa kedewasaan adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Kedewasaan adalah kondisi diri dan sikap yang dapat digunakan untuk menyelesaikan banyak masalah serta menjadikannya selaras.
Kedewasaan dapat mencegah timbulnya masalah dalam kehidupan sosial. Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika masing-masing individu bisa bersikap lebih dewasa dalam segala hal.
Kedewasaan adalah hal yang sangat penting, tapi apakah kita pernah benar-benar berfikir apa sebenarnya arti kedewasaan dan bagaimana bersikap dewasa? Ada 2 hal yang akan aku bahas pada tulisan kali ini.

  • Mempunyai Kesadaran yang Lebih Tentang Banyak Hal dan Mau Memahami Orang Lain
Orang yang dewasa pasti sadar apa yang dikatakannya, apa yang dilakukannya, apa yang terjadi dalam dirinya, apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya, apa yang terjadi pada orang lain, apa masalah yang mungkin timbul dari hal yang sedang terjadi dsb. Contoh kasus yang pernah aku lihat secara langsung: Seorang ayah yang sedang memarahi anaknya dengan sangat penuh emosi, padahal sang anak sudah mengemis memohon ampun dari si bapak, tapi si bapak malah menjadi-jadi memukulnya, memarahinya dengan kata-kata yang mungkin sangat melukai hati sang anak. Padahal akan banyak perkara negatif yang akan timbul dari tindakan orangtua seperti ini. Dari sebuah postingan seorang teman aku mengingat bahwa jika anak dibesarkan dengan celaan maka ia akan belajar memaki, jika anak dibesarkan dengan permusuhan maka ia belajar berkelahi, jika anak dibesarkan dengan cemoohan maka ia akan rendah diri. Sebaliknya jika anak dibesarkan dengan motivasi maka ia akan belajar percaya diri, jika anak dibesarkan dengan toleransi maka ia akan belajar mengendalikan diri, Jika anak dibesarkan dengan kelembutan maka ia akan belajar menghargai.

Begitupun dalam kehidupan rumah tangga sehari hari. Eitss walaupun aku belum menikah, aku cukup tahu dan belajar beberapa permasalahan yang biasanya terjadi dalam rumah tangga. wkwkw. Oke lanjut ya...

Sebuah hubungan yang sempurna tidak berarti selalu baik dan harmonis atau mempunyai kesamaan dalam semua hal. Namun harus kita ketahui pada dasarnya bahwa kesempurnaan adalah tentang melengkapi dan mengerti satu sama lain. Itulah rahasia Allah yang tersimpan dengan nama "Perbedaan". Suami istri pasti mempunyai latar belakang,  pemikiran dan banyak hal lain yang berbeda, namun justru disinilah kebahagian yang sebenarnya jika kita dapat memahaminya dengan baik, karena perbedaan itu bisa menjadi pelengkap bagi kekurangan satu dengan yang lain.
Perbedaan hanya akan menjadikan konflik yang tidak sehat jika seseorang suami atau istri bersikeras menilai pasangannya tidak sejalan dengan keinginan ataupun selera mereka. Tapi bukankah pernikahan adalah tentang “kita” dan bukan ” kamu” atau hanya ” aku” didalamnya?. Sungguh keegoisan dan penilaian dengan harga mati atas kekurangan pasangan kita adalah salah satu sumber yang tidak sehat dalam hubungan keluarga. Bukankah manusia tempatnya khilaf dan lupa? dan jika saja suami atau istri tahu dari awal tentang efek buruk dari kesalahan itu, mereka akan sangat menjauhkan diri dari melakukan kesalahan dan atau bahkan mengijinkan diri mereka mempunyai kekurangan  tersebut? Dari sanalah Allah mengajarkan kita tentang indahnya memaafkan dan mengikhlaskan. 

Ada banyak sekali konflik dalam rumah tangga yang mungkin pernah kita lihat bahkan dilingkungan sekitar. Mereka menyelesaikannya pun dengan cara yang berbeda-beda, ada yang berbesar hati memaafkan atau bahkan hingga perceraian. Bukankah suami istri hanyalah sebagai manusia yang hanya dapat menerima tanpa bisa “memesan” karakter, sifat ataupun kekurangan yang diberikan Allah kepada masing-masing pasangan mereka. Jika kita berfikir positive justru darisini Allah memberikan sesuatu yang bisa dimanfaatkan sebagai ladang amal dan ibadah untuk menciptakan sebuah kesempurnaan, yaitu lewat perpaduan dua perbedaan dari suami dan istri. Sungguh dengan adanya kesadaran dan kerelaan hati memahami itu semua, insyaallah keadaan rumah tangga akan lebih mententramkan, dan insyaallah menjauhkan sebuah hubungan dari konflik yang merusak.

  • Mempunyai Pemahaman Diri Yang Baik
Keutamaan dari sikap dewasa adalah mempunyai pemahaman diri yang baik. Dalam hal ini mencakup memahami apa kelebihan kita, apa kekurangan kita, apa sisi dalam diri kita yang perlu dibenahi dan dirubah. Contohnya, jika merasa dan memahami bahwa diri kurang religius atau sholeh sholehah kemudian kita mendekat dan bergaul dengan orang-orang yang lebih religius. Supaya diri terbantu untuk bisa menjadi lebih religius. Jika kita paham diri kita ternyata kurang sabar maka mendekat dan bergaul dengan orang-orang yang lebih sabar. Jika paham diri egois maka bergaul dengan orang-orang yang lebih toleran dsb. Pemahaman diri yang baik sangat krusial karena hal itu akan membuat kita merespon dengan cara yang membaikkan diri kita dan bukan malah sebaliknya. misal kita paham diri kita adalah sebuah “Api”, maka kita harus mencari “Air” untuk menetralisirnya. Tapi jika misalnya kita “Api” dan tidak sadar bahwa kita “Api”, mungkin kita justru akan mencari bensin dan membuat segala sesuatunya akan ‘terbakar’. Jadi langkah pertama untuk belajar menjadi seseorang yang dewasa adalah dengan berusaha memiliki pemahaman diri yang baik.

Ada yang perlu kita ingat disini, bahwa menjadi dewasa itu tidaklah sulit, dan bukan hal yang menakutkan. Untuk menjadi dewasa hanya dibutuhkan pengalaman, dan kemampuan mengambil hikmah dari pengalaman itu sendiri tentunya. Sementara pengalaman itu, bergantung pada waktu. Sudah seharusnya seorang yang semakin tua, semakin banyak pula hikmah dan ibroh dari pengalaman yang ia miliki dalam hidupnya. Hal-hal itu sudah cukup untuk membuatnya menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup. Dan sifat bijak adalah milik orang-orang yang dewasa.

Dewasa erat hubungannya dengan sifat memaafkan dan berjiwa besar, pada tulisan selanjutnya insyaAllah aku akan membahas bagaimana caranya agar kita ikhlas dan mudah dalam memaafkan atau berjiwa besar dalam menerima segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita.

see you
^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar